Bangkit Menyongsong Era New Normal di Desa Wisata dengan Penerapan Protokol Kesehatan

oleh : Rizky Nurrahman (Mahasiswa S2 Program Studi Penyuluhan Pertanian UNSOED, Konsentrasi Pemberdayaan Masyarakat)

Desa wisata saat ini menjadi alternatif pilihan wisata bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan bentang alam pedesaan maupun budaya lokal yang dimiliki. Terlebih situasi suntuk diera pandemi covid-19 ini membuat banyak masyarakat ingin merefresh dirinya. Keunikan budaya maupun suasana alam pedesaan yang alami biasanya menjadi salah satu alasan mengapa desa wisata diminati oleh wisatawan. Pengembangan desa wisata pada dasarnya dilakukan dengan berbasis pada potensi yang dimiliki masyarakat pedesaan itu sendiri. Dengan demikian, melalui pengembangan desa wisata diharapkan akan mampu mendorong tumbuhnya berbagai sektor ekonomi berbasis masyarakat seperti industri kerajinan, industri jasa-perdagangan, dan lainnya. Hal semacam ini diharapkan menjadi salah satu faktor daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke desa wisata.

Kegiatan pariwisata pedesaan bukan hanya soal wisatawan, pengelola wisata juga merupakan aktor yang terlibat dalam kegiatan ini. Masyarakat bisa memberdayakan potensi baik SDA, SDM, SDE hingga SDSB yang masyarakat setempat miliki. Salah satu prinsip kepariwisataan yang terdapat dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan adalah memberdayakan masyarakat setempat dimana masyarakat berhak berperan dalam proses pembangunan kepariwisataan dan berkewajiban menjaga dan melestarikan daya tarik wisata, serta membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata. Maka dari itu pariwisata pedesaan sangat mengandalkan peranan dan partisipasi masyarakat secara aktif. Karena sejatinya partisipasi masyarakat merupakan ruh dari suatu pemberdayaan masyarakat.

Memasuki era new normal seperti saat ini, dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pariwisata pedesaan. Potensi yang dimiliki masyarakat desa harus senantiasa dikembangkan agar dapat dijadikan sebagai daya tarik tersendiri dan atraksi sebuah destinasi wisata. Kekayaan alam maupun budaya yang ada tidak ada salahnya untuk dikemas sebagai suguhan wisata bagi para wisatawan. Disamping itu, kelestarian pun harus senaniasa diperhatikan. Menyongsong era new normal seperti ini, kecenderungan wisatawan ingin berlibur kesuatu destinasi wisata yang memerhatikan protokol kesehatan. Protokol kesehatan menjadi elemen yang sangat penting dimasyarakat guna mencegah penularan virus covid-19. Jaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, cuci tangan setidaknya menjadi hal yang paling mendasar bisa dilakukan oleh masyarakat dalam keseharian. Hal ini pula yang menjadi salah satu perhatian bagi pengelola objek wisata.

Aksi nyata penerapan protokol kesehatan menjadi faktor pendukung dari daya tarik objek wisata. Hal ini harus disosialisasikan dan diterapkan dengan baik oleh pengelola wisata kepada wisatawan. Diharapkan para wisatawan dapat memahami dan juga menaati protokol kesehatan yang sudah disiapkan. Terlebih lagi destinasi desa wisata cenderung dalam bentuk wisata outdoor. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan konsep kebersihan, kesehatan, dan keselamatan sebagai tatanan new normal di destinasi wisata sehingga diharapkan dapat menjadi strategi sektor pariwisata untuk bangkit. Hal ini juga dimaksudkan agar masyarakat tetap produktif dan aman dari bahaya virus covid-19. Jadi tidak hanya menyiapkan dan menyuguhkan atraksi wisata seperti keindahan alam, ragam budaya hingga ragam kuliner tradisional yang dikembangkan, tetapi juga harus memerhatikan dan wajib menerapkan daripada instrumen protokol kesehatan itu sendiri.

Kepuasan wisatawan tidak hanya bersandar pada suguhan keindahan alam dan atraksi wisata di pedesaan, melainkan rasa aman dan nyaman dari segi kesehatan. Penerapan protokol kesehatan bisa menjadi solusi utama dalam meyakinkan wisatawan bahwa destinasi wisata pedesaan tetap bisa dinikmati dengan aman dan nyaman. SDM pengelola wisata pedesaan yang merupakan masyarakat setempat itu sendiri juga harus sigap dan memastikan kegiatan wisata dengan penerapan protokol kesehatan diwilayah pedesaan berjalan dengan baik. Pengembangan desa wisata dalam menyongsong era new normal ini akan memiliki dampak positif kepada masyarakat salah satu dari segi ekonomi. Diharapkan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat tetap lestari. Disamping itu selain diharapkan wisatawan memiliki kepuasan tersendiri, pariwisata pedesaan diharapkan dapat membuat masyarakat lokal dapat berkembang dari adanya kegiatan pariwisata pedesaan itu sendiri.